Bangun Rumah Hanya 8 Jam

October 11, 2015, satelitnews.co

Membangun rumah sederhana hanya dalam delapan jam, bagi sebagian orang mungkin mustahil. Tapi faktanya bangunan sederhana yang dibuat dalam tempo singkat ini sudah dipergunakan untuk bangunan rumah sederhana bagi korban bencana.

“Perkembangan teknologi seperti sistem struktur beton pracetak memungkinkan pembuatan rumah tipe 36 dalam tempo singkat,” kata Yaya Supriyatna, Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR di sela-sela konferensi pers Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di Jakarta, Rabu (7/10) seperti diberitakan tribunnews.

Dikatakannya, pembuatan rumah dalam waktu 8 jam akan dipraktekkan di ajang Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di International Expo, Kemayoran, Jakarta 28 hingga 30 Oktober 2015 mendatang.

Tidak hanya rumah, pemanfaatan teknologi struktur beton pracetak memungkinkan pembuatan bangunan tinggi atau tower.

“Contohnya rumah susun di Cicilitan yang tingginya enam lantai bisa selesai dalam empat bulan. Kita juga akan membuat tower 25 lantai di Pasar Rumput ditargetkan waktunya dua tahun,” katanya.

Hadirnya teknologi benton pracetak ini mampu menghemat 15 hingga 20 persen waktu, biaya dibandingkan konvensional.

Terkait ajang Concrete Show South East Asia (SEA) 2015, Christopher Eve, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia selaku penyelenggara mengatakan, selain akan dipraktekkan pembangunan rumah secara instan juga menghadirkan berbagai produk, jasa dan teknologi beton dan konstruksi.

“Di antaranya concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton,” katanya.

Concrete Show South East Asia 2015 diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan dari 24 negara termasuk Indonesia, Jerman, Italia, Spanyol, Belgium, Turkey, Jepang, Singapura dan Tiongkok.

Perusahaan terkemuka dari Indonesia antara lain Wijaya Karya Beton, Waskita Beton Precast, Brantas Abipraya, BASF dan VSL Indonesia juga turut berpartisipasi.

“Concrete Show South East Asia juga diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” ujarnya. (lil)

Supporting Partners

Sponsored by