CONCRETE SHOW SOUTH EAST ASIA 2015: Dukung Program Sejuta Rumah

October 12, 2015, Bisnis.com

UBM - 4

Concrete show 2015

Bisnis.com, JAKARTA—PT UBM Pameran Niaga Indonesia kembali akan menyelenggarakan pameran serta konferensi beton dan konstruksi terkemuka se-Asia Tenggara, Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di Indonesia untuk ketiga kalinya, pada 28-30 Oktober 2015 Jakarta International Expo, Kemayoran.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Yusid Toyib, M.Eng. Sc mengatakan kegiatan sektor kontruksi merupakan salah satu faktor penggerak dalam sistem pembangunan ekonomi, karena melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik (infrastruktur) dapat meningkatkan sektor ekonomi lainnya.

Untuk itu, belanja sektor konstruksi di Tanah Air diperkirakan akan meningkat seiring dengan rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia hingga 2019. Kementerian PUPR

juga terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pembangunan infrastruktur, termasuk pemenuhan perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satunya adalah inisiatif Presiden Joko Widodo melalui program sejuta rumah yang telah di luncurkan pada awal tahun ini. Melalui, program dengan sejuta rumah ini, diharapkan mampu mengurangi backlog 300.000-400.000 rumah per tahunnya.

Salah satu yang diunggulkan dalam program sejuta rumah itu adalah beton pracetak. Beton pracetak yang telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan swasta, Kementerian PUPR, maupun Badan Usaha Milik  Negara  yang  mendukung sektor  konstruksi  di  Indonesia.

“Kami berharap teknologi terbaru sistem beton pracetak dan prategang yang terus dikembangkan oleh para pelaku industri beton dan kontsruksi dalam negeri dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan Pemerintah, salah  satunya mendukung realisasi program pembangunan sejuta rumah,” ujar Yusid Toyib.

Untuk merealisasikan rencana ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak-pihak terkait, yang kemudian mengarah kepada kebutuhan dan permintaan akan penyediaan platform sebagai ajang bagi para pemain di industri infrastruktur termasuk industri beton pracetak dan prategang untuk bertemu dan saling berinteraksi menjalin networking.

Christopher Eve, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengungkapkan, seiring dengan persiapan sektor konstruksi dan infrastruktur menuju perkembangan lebih lanjut, kebutuhan akan kanal atau platform yang dapat mewadahi berbagai peluang bisnis pun meningkat.

“Concrete Show South East Asia 2015 akan menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi beton dan konstruksi, seperti concrete mixer, batching plant, mesin bata  ringan, dan teknologi besi beton. Diharapkan, dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, Concrete Show South East Asia akan menghadirkan berbagai kegiatan selain pameran seperti Konferensi Industri Pracetak dan Prategang dan Concrete Technology Seminar, dimana acara tersebut menghadirkan pembicara kompeten dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang (AP3I), Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang (IAPPI) dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

Concrete Show South East Asia 2015 diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan dari 24 negara termasuk Indonesia, Jerman, Italia, Spanyol, Belgium, Turkey, Jepang, Singapura dan Tiongkok.  Perusahaan terkemuka dari Indonesia antara lain Wijaya Karya Beton, Waskita Beton Precast, Brantas Abipraya, BASF dan VSL Indonesia  juga turut berpartisipasi.

Supporting Partners

Sponsored by