Concrete Show South East Asia 2015 Dukung Program Sejuta Rumah

October 8, 2015, beritasatu.com

UBM - 1

Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yaya Supriyatna Sumadinata (tengah) bersama Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta (kiri), Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred Singkali (kedua kiri), Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) Hari Nugraha Nurjaman (kedua kanan) dan President Director, PT UBM Pameran Niaga Indonesia Christopher Eve (kanan) sedang berbincang-bincang di sela acara konferensi pers Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di Fairmont Hotel, Jakarta (7/10). (Istimewa)

Jakarta – Untuk ketiga kalinya, ajang pameran serta konferensi beton dan konstruksi terkemuka se-Asia Tenggara, Concrete Show South East Asia (SEA) 2015, akan digelar pada 28 – 30 Oktober 2015 di Jakarta international Expo, Kemayoran.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Ir. Yusid Toyib, M.Eng. Sc, mengatakan, pameran ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain di industri beton dan konstruksi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya, serta membawa solusi untuk mendukung rencana program pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia termasuk proyek pembangunan sejuta rumah yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015.

“Salah satunya adalah inisiatif Presiden Joko Widodo melalui program sejuta rumah yang telah di luncurkan pada awal tahun ini. Melalui, program dengan sejuta rumah ini, diharapkan mampu mengurangi backlog 300.000-400.000 rumah per tahunnya,” tambah Yusid.

Sebagai salah satu unsur yang sangat penting dalam struktur bangunan, kata dia, beton merupakan bahan material yang hampir selalu digunakan pada setiap bangunan. Saat ini, jelas Yusid, telah terdapat berbagai macam sistem struktur beton pracetak yang telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan swasta, Kempupera, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendukung sektor konstruksi di Indonesia.

“Jenis sistem struktur yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah penggunaan sistem beton pracetak dan prategang semakin diminati, karena beton pracetak memiliki keunggulan dibandingkan dengan penggunaan beton bertulang biasa, karena mempunyai kelebihan dalam aspek mutu yang terjaga, waktu pelaksanaan yang cepat, biaya yang ekonomis dan memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan,” jelas dia.

Menurut Yusid, Kempupera berharap teknologi terbaru sistem beton pracetak dan prategang yang terus dikembangkan oleh para pelaku industri beton dan kontsruksi dalam negeri dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan Pemerintah. “Salah satunya mendukung realisasi program pembangunan sejuta rumah,” lanjut Yusid.

Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve mengungkapkan, seiring dengan persiapan sektor konstruksi dan infrastruktur menuju perkembangan lebih lanjut, kebutuhan akan kanal atau platform yang dapat mewadahi berbagai peluang bisnis pun meningkat.

“Melihat potensi Indonesia sebagai salah satu pasar konstruksi yang berkembang pesat, PT UBM Pameran Niaga Indonesia kembali menyelenggarakan Concrete Show South East Asia, sebagai pameran yang dikhususkan bagi industri beton dan konstruksi,” jelas dia.

Concrete Show South East Asia (SEA) 2015, kata Christopher Eve, akan menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi beton dan konstruksi, seperti concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton.

“Ajang ini juga diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” tambahnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, tambah dia, Concrete Show South East Asia akan menghadirkan berbagai kegiatan selain pameran seperti Konferensi Industri Pracetak dan Prategang dan Concrete Technology Seminar, dimana acara tersebut menghadirkan pembicara kompeten dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang (AP3I), Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang (IAPPI) dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

“Mereka berkumpul untuk membahas segala aspek mengenai sistem infrastruktur Indonesia antara lain teknologi terbaru dan optimalisasi industri beton pracetak dan prategang untuk merealisasikan program sejuta rumah dan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 3.650 KM,” tambah Christopher Eve.

Pameran Concrete Show South East Asia 2015 diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan dari 24 negara termasuk Indonesia, Jerman, Italia, Spanyol, Belgium, Turkey, Jepang, Singapura dan Tiongkok. Perusahaan terkemuka dari Indonesia antara lain Wijaya Karya Beton, Waskita Beton Precast, Brantas Abipraya, BASF dan VSL Indonesia juga turut berpartisipasi.

Supporting Partners

Sponsored by