Concrete Show South East Asia, Demo Bangun Rumah Siap Huni Dalam 8 Jam

October 7, 2015, Warta Ekonomi

UBM - 2

WE Online, Jakarta – Pameran dan konferensi beton dan konstruksi se-Asia Tenggara, Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 akan digelar di Indonesia untuk ketiga kalinya, di Jakarta International Expo, Kemayoran. Pameran pada 28-30 Oktober 2015.

“Ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain di industri beton dan konstruksi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya, serta membawa solusi untuk mendukung rencana program pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia termasuk proyek pembangunan sejuta rumah yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Christopher Eve, Presidaen Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, penyelenggara ConcreteShow South East Asia 2015, Rabu (7/10)

Senada dengan Christopher, Direktur Bina Kelembagaan dan Sumbear Daya Jasa Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yaya Supriyatna, mengatakan, kegiatan sektor kontruksi merupakan salah satu faktor penggerak dalam sistem pembangunan ekonomi. Belanja sektor konstruksi di Tanah Air diperkirakan akan meningkat seiring dengan rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia hingga 2019. “Untuk lima tahun mendatang besaranya sekitar Rp 5000 triliun, atau Rp 1000 triliun per tahun. Saat ini sudah terserap sekitar Rp 500 triliun, karena ini masih awal, tahun depan tentunya akan lebih besar lagi,” kata Yusid.

Jenis sistem struktur yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah penggunaan sistem beton pracetak dan prategang, karena beton pracetak memiliki keunggulan dibandingkan dengan penggunaan beton bertulang biasa, baik dari aspek mutu, waktu pelaksanaan yang cepat, biaya yang ekonomis dan memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan.

Menurut Yahya, pasar konstruksi Indonesia menempati porsi sebesar 60-70% di Asean, atau no 4 di Asia.” Oleh karenanya kita harus siap baik secara teknologi maupun sumber daya manusia, agar kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri, terutama saat MEA yang akan berlaku di akhir tahun ini,” tambah Davy Sukamta, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi  Indonesia (HAKI).

“Tahun ini produksi beton praceatak dan prategang baru 17% dari total kebutuhan beton nasional, kita mendorong agar tahun depan dapat meningakat hingga 30%. Kapasitas produksi beton kita sekitar 25 juta ton atau setara dengan 10 juta m3 atau sama dengan 30 juta m2 luas lantai,” ujar Wilfred Singkali, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I).

Concrete Show South East Asia 2015 akan diikuti oleh lebih dari 200 perusahaan dari 24 negara termasuk Indonesia, Jerman, Italia, Spanyol, Belgium, Turkey, Jepang, Singapura dan Tiongkok. Perusahaan terkemuka dari Indonesia antara lain Wijaya Karya Beton, Waskita Beton Precast, Brantas Abipraya, BASF dan VSL Indonesia. Menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi beton dan konstruksi, seperti concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton. termasuk Konferensi Industri Pracetak dan Prategang dan Concrete Technology Seminar.

“Yang menarik kita akan demo membangun rumah tipe 36 siap huni hanya dalam 8 jam, ini berkat teknologi beton pracetak dan prategang,” tutup Hari Nurjaman, Sekjen Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI).

Supporting Partners

Sponsored by