Genjot Infrastruktur Kaltim, PUPR Ingin Tingkatkan Investasi

April 19, 2017, pu.go.id

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembangunan berbagai infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) guna mendorong peningkatan investasi. Investasi di Kaltim sendiri selama ini didominasi oleh pertambangan dan perkebunan.

Pada tahun 2017, alokasi dana Kementerian PUPR di Kaltim sebesar Rp2,23 triliun yang diprioritaskan untuk peningkatan konektivitas, ketahanan air dan pangan, perumahan rakyat dan permukiman.

Salah satu infrastruktur prioritas untuk mendukung konektivitas yakni pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer bernilai investasi Rp9,97 triliun. Pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yaitu PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah.

“Jalan tol yang ditargetkan beroperasi keseluruhan pada 2019, di mana saat ini progres fisiknya telah mencapai 12,82% sedangkan proses pembebasan lahan telah mencapai 85,49%,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Dari lima seksi yang ada, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan dukungan pembangunan konstruksi seksi 1 dan seksi 5. Sehingga, proyek jalan tol tersebut layak secara finansial.

Sementara untuk seksi 2, 3,dan 4 menjadi tanggung jawab BUJT yaitu PT. Jasa Marga Balikpapan. Untuk Seksi 1 (Balikpapan KM 13–Samboja) sepanjang 22,03 km, konstruksinya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,5 triliun dan APBN sebesar Rp271 miliar untuk pembangunan Jembatan Manggar.

Seksi tersebut ditargetkan selesai pada 2017 atau dua tahun sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), saat ini progres fisik telah mencapai 53,8 persen sedangkan progres pembebasan lahannya mencapai 95,16%. Lalu, untuk seksi 5 (Bandara Sepinggan–Balikpapan KM 13) sepanjang 11,09 km, anggarannya sebesar Rp848,55 miliar ditargetkan selesai pada 2018, saat ini progres fisiknya telah mencapai 3,6% dan pembebasan lahan telah mencapai 60,80%.

“Saat ini progresnya sudah cukup baik, mudah-mudah bisa berjalan lancar dan bisa beroperasi pada 2018,” kata Basuki.

Supporting Partners