Infrastruktur Dasar Butuh US$ 5 Miliar

February 13, 2015, Bisnis Indonesia

[JAKARTA] Pemerintah membutuhkan dana USD 5 Miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar di 15 kawasan industri di Tanah Air.

Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah kementrian Koordinator Perekonomian Luky Eko Wuryanto mengatakan dana untuk pembangunan infrastruktur dasar sebesar USD 5 miliar itu akan dipenuhi dari APBN murni.

“Dananya akan diberikan secara bertahap selama lima tahun yang bersumber dari APBN,” katany, Kamis (12/2).

Namun, ketika ditanya mengenai jumlah alokasi anggaran pada tahun ini, Luky mengaku belum mendapatkan angka pasti karena dananya tersebar di berbagai kementrian.

Lebih lanjut, dia menjelaskan rencana pembangunan infrastruktur dasar di 15 kawasan industri prioritas ini dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Dari 15 kawasan industri yang menjadi prioritas, sambungnya, 13 diantaranya berada di luar pulau Jawa dan hanya dua kawasan industri terletak di luar pulau Jawa.

Menurutnya, alasan pemerintah untuk memprioritaskan pengembangan kawasan industri di luar Jawa dilakukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di wilayah lainnya. “Presiden ingin agar gap pertumbuhan ekonomi antara Pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya tidak terlalu jomplang,” ujarnya.

Program pembangunan infrastruktur dasar ini, sambungnya, ditargetkan bisa tuntas pada 2019.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tekah memulai pembangunan infrastruktur di sejumlah kawasan industri yang meliputi pembangunan pelabuhan di kawasan Kuala Tanjung di Sumatera Utara, akses jalur kereta api, dari akses jalan dari kawasan-kawasan industri menuju pelabuhan yang akan dikerjakan oleh Kementrial Pekerjaan Umum dann Perumahan Rakyat.

Adapun perincian pembagian wilayah ke-15 kawasan industri itu antara lain Sumatera teradapat tiga kawasan industri yaitu Kuala Tanjung, dan Sei Mangkei di Sumut serta Tanggamus di Lampung.

Di Kalimantan juga terdapat tiga kawasan industri yaitu Batulicin di Kalsel dan Ketapang, serta Landak di Kalbar. Untuk Sulawesi, terdapat lima kawasan indsutri yang siap dikembangkan yaitu Palu dan Morowali di Sulteng, Bantaeng di Sulsel, Bitung di Sulut, dan Konawe di Sultra. Selanjutnya, di wilayah Maluku Utara meliputi Buli dan Teluk Bintuni di Papua Barat.

Kemudian untuk kawasan industri yang diprioritaskan pengembangannya di Jawa ialah Sayung di Jateng dan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

Supporting Partners

Sponsored by