Kementerian PUPR Akan Dapat Tambahan Anggaran Rp 2,5 Triliun

April 14, 2016, pu.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun melalui penugasan khusus untuk kegiatan mendesak di 2016. Kegiatan mendesak yang dimaksud adalah penyiapan infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Anggaran Kementerian PUPR pada TA 2016 ini akan dikurangi (untuk penghematan) sebesar Rp 8,4 triliun namun disaat yang bersamaan juga akan mendapatkan tambahan anggaran melalui penugasan khusus untuk kegiatan mendesak sebesar Rp 2,5 triliun,” tutur Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Taufik Widjoyono dalam acara dialog Economic Review di MetroTV, Senin (11/4).

Mengenai penghematan, Taufik menjelaskan, penghematan Rp 8,4 triliun tahun ini akan dilakukan pada paket-paket pekerjaan yang bisa ditunda pelaksanaannya, dari sisa lelang, dan juga penghematan pada kegiatan rapat dan perjalanan dinas.

Terkait serapan anggaran Kementerian PUPR hingga per 11 April 2016 telah mencapai 10,04 persen dan progres fisik sebesar 9,13 persen. Serapan anggaran tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 yang serapannya hanya mencapai 2,69 persen dan progres fisik sebesar 1,48 persen.

Taufik mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah mempercepat pelaksanaan lelang pada Agustus 2015 lalu. Sehingga awal 2016 sudah langsung dapat dilakukan pembangunan secara fisik.

Beberapa kegiatan strategis yang saat ini sedang ditangani oleh Kementerian PUPR adalah pembangunan jalan Trans Papua terutama untuk menembus ke arah Wamena. Upaya ini harus dilakukan karena jalan tersebut merupakan sebuah kebutuhan utama dari masyarakat Papua. “Dengan terhubungnya pusat-pusat kabupaten dengan jaringan jalan, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di Papua,” ucap Taufik.

Dengan progres penyerapan yang lebih baik dibanding tahun lalu, Kementerian PUPR optimis bahwa serapan di akhir tahun akan dapat tercapai sebesar 94 persen. “Tidak mungkin mencapai 100 pesen karena pasti akan ada sisa lelang dan beberapa penghematan pada kegiatan-kegiatan swakelola,” katanya.

Supporting Partners

Sponsored by