Konstruksi Tahan Gempa Lebih Ekonomis

March 28, 2017, SINDOnews

JAKARTA – Sistem konstruksi tahan gempa dengan konsep konstruksi sarang laba-laba (KSLL) kini banyak digunakan di dalam negeri. Dengan mengusung teknologi Jalla (jaring laba-laba), KSLL dinilai menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah perbatasan.

Salah satu bangunan yang kini menggunakan KSLL yakni Rumah Sakit Al Islam (RSAI) berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Bandung Jawa Barat. “Kami menggunakan konstruksi sarang laba-laba karena tidak membutuhkan alat berat dan ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu pasien,” kata Wakil Direktur RSAI Bandung, DR. H. Dadang Rukanta, SpOT, FICS, MKES dalam keterangannya Selasa (28/3/2017).

Gedung yang dibangun di atas lahan tiga hektare itu, di dalamnya terdapat berbagai fasilitas. Diantaranya ruang rawat inap VVIP sebanyak 28 tempat tidur, ruang rawat jalan terdiri dari enam poliklinik eksekutif, dan satu unit pelayanan kemoterapi terdiri dari delapan tempat tidur. Dengan menerapkan konsep “green hospital”.

RS yang berdiri sejak 1990 ini memilki ruang terbuka hijau 30%, serta akan dikembangan lagi fasilitas lainnya, seperti akan membangun gedung lima lantai untuk UGD, poliklinik, dan berbagai fasilitas lainnya.

Konstruksi sarang laba-laba akan mampu menunjang pembangunan Ibnu Sina 2 yang dirancang memiliki ketinggian empat lantai. “Dengan melihat kondisi tanah yang labil maka dipilih menggunakan konstruksi sarang laba-laba yang merupakan karya anak bangsa,” kata Dadang.

Kekuatan Konstruksi Sarang Laba-Laba untuk bangunan empat sampai lima lantai termasuk daerah Bandung sangat dimungkinkan. Penggunaan konstruksi ini selain lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan suara berisik karena tidak menggunakan alat berat juga pembangunannya dapat lebih cepat.

Konsultan teknik pengembangan RSAI, Dede Herdi mengatakan, pemilihan konstruksi laba-laba lebih berdasarkan hitungan efisensi, ternyata lebih murah untuk mengerjakan pondasi dangkal dibanding lainnya. Menurut Dede, biaya konstruksi bisa jauh lebih murah dikarenakan konstruksi hasil karya anak bangsa itu merupakan padat tenaga kerja.

Kekuatan Konstruksi Sarang Laba-Laba juga tidak diragukan lagi, untuk bangunan empat sampai lima lantai sangat dimungkinkan. Penggunaan KSLL masih jauh lebih murah 10%-30% dibandingkan dengan konstruksi bawah lainnya.

Di sisi lain, untuk konstruksi atas rata-rata biayanya hampir sama untuk bangunan bertingkat di daerah rawan gempa. Dede mengatakan, pengunaan konstruksi ini selain lebih ramah lingkungan selain tidak menimbulkan suara berisik karena tidak menggunakan alat berat juga pembangunannya dapat lebih cepat.

Ketua Yayasan Al-Islam Hj. Tati S. Joesron mengatakan, untuk membangun rumah sakit, manajemen sangat memperhatikan kuaiitas bangunan sesuai dengan standarisasi yang diterbitkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tati mengatakan, RSAI mengantongi dua sertifkat lagi selain dari KARS yakni sebagai rumah sakit Syariah dan rumah sakit Pendidikan. Seluruh sertifikasi akan dipertahankan untuk menjadikan RS Al-Islam unggul dan terpercaya.

Supporting Partners