Pasar Konstruksi Tetap Meyakinkan

October 13, 2015, Koran Jakarta

JASA INFRASTRUKTUR – INDONESIA BAKAL MENJADI PASAR TERBESAR DI DUNIA

Kementrian PUPR fokus mendorong terwujudnya infrastruktur sebagai pemicu bangkitnya kegiatan ekonomi di berbagai wilayah.

Beberapa tahun terakhir, pasar domestik khususnya industri beton dan konstruksi terus meningkat. Kondisi ini, juga sejalan dengan tekad pemerintah untuk mewujudkan kegiatan infrastruktur sebagai basis pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kegiatan sektor konstruksi merupakan salah satu faktor penggerak dalam sistem pembangunan ekonomi, karena melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik (infrastruktur) dapat meningkatkan sektor ekonomi lainnya.” ungkap Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (12/10).

Yusid mengatakan, belanja sektor konstruksi di Tanah Air diperkirakan akan meningkat seiring dengan rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia hingga 2019. Kementrian PUPR juga terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pembangunan infrastruktur, termasuk pemenuhan perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satunya, lanjut Yusid, yakni inisiatif Presiden Joko Widodo melalui program sejuta rumah yang telah di luncurkan pada awal tahun ini. Melalui, program dengan sejuta rumah ini, diharapkan mampu mengurangi backlog 300.000-400.000 rumah per tahunnya.

“Beton merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam struktur bangunan yang menjadi bahan material yang hampir selalu digunakan pada setiap bangunan. Saat ini, terdapat berbagai macam sistem struktur beton pracetak yang telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan swasta, Kementrian PUPR, maupun Badan Usaha Milik Negara.”

Menurut Yusid, jenis sistem struktur yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah penggunaan sistem beton pracetak dan prategang semakin diminati, karena beton pracetak memiliki keunggulan dibandingkan dengan pengunaan beton bertulang biasa. Ini mempunyai kelebihan dalam aspek mutu yang terjaga, waktu pelaksanaan yang cepat, biaya yang ekonomis dan memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan.

Melihat pasar konstruksi yang berkembang pesat, Christopher Eve, President Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengungkapkan, dalam waktu dekat diselenggarakan “Concrete Show South East Asia” yakni pameran yang dikhususkan bagi industri beton dan konstruksi.

Dikatakan, kegiatan regional ini akan menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi beton dan konstruksi, seperti concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton. Pameran serta konferensi beton dan konstruksi terkemuka se-Asia Tenggara yakni Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 tersebut digelar pada 28-30 Oktober 2015 Jakarta International Expo, Kemayoran.

Pasar Terbesar

Yusid Toyib memperkirakan, beberapa dekade mendatang, peningkatan investasi pemerintah dan swasta akan menjadikan Indonesia salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia. Di lingkup ASEAN, Indonesia tercatat sebagai pasar jasa konstruksi terbesar dengan nilai 267 miliar dollar AS. Untuk cakupan wilayah Asia, Indonesia termasuk dalam peringkat keempat di bawah China (1,78 triliun dollar AS), Jepang (742 miliar dollar AS), India (427 miliar dollar AS).

Menurut Dirjen Bina Konstruksi ini, salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam waktu dekat adalah mengintegrasikan Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan barang dan jasa, termasuk di antaranya MEA 2015. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi.

“Pasar kompetitif baru yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi jasa konstruksi nasional.”

Supporting Partners

Sponsored by