Presiden Optimis dengan Tol

September 7, 2015, Kompas, Page: 17, Section: Economy

OGAN ILIR, KOMPAS – Presiden Joko Widodo gembira meliha kemajuan proses pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya di Sumatera Selatan yang berlangsung cepat. Dengan kemajuan itu, Presiden optimistis target pengoperasian jalan tol pada awal 2018 dapat tercapai.

Dalam peninjauan yang dilakukan Presiden, Minggu (6/9), terlihat konstruksi badan jalan sudah dibangun di lokasi tanah rawa kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Sejak dilakukan groundbreaking oleh Presiden pada 30 April 2015, pembangunan saat ini memasuki konstruksi badan jalan dan sudah mencapai 8,5 kilometer. Total ruas Jalan Tol Palindra yang berada di tanah rawa 22 kilometer.

Pembangunan konstruksi badan jalan di tanah rawa membutuhkan tahapan yang cukup rumit. Selain penimbunan tanah sedalam 3,5 meter, juga diperlukan proses pengeluaran air dari dalam tanah rawa.

“Sudah berjalan empat bulan dan progresnya, menurut saya, luar biasa. Pengerjaan konstruksinya cepat sekali,” kata Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteru Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Menurut Basuki, pembangunan Jalan Tol Palindra menghadapi persoalan teknis terkait lokasi pembangunan yang berada di tanah rawa. Namun, persoalan teknis itu sudah teratasi dengan proses penimbunan dan pengeboman untuk mengeluarkan air dari dalam tanah.

Pembebasan lahan untuk jalan Tol Palindra juga terus berjalan. Masiha da satu bidang tanah yang belum terbebaskan. Namun, Gubernur Sumsel menyatakan dapat menyelesaikan.

Di sisi lain, meski belanja modal pemerintah untuk pembangunan infrastruktur sudah memasuki bulan ke-9, hal itu belum sepenuhnya dirasakan seara maksimal oleh pelaku usaha. Anggaran belanja modal itu mencapai Rp 290,3 triliun.

“Kami memasang target kontrak pada 2015 oada posisi optimistis untuk program pembangunan infrastruktur dari pemerintah. Ternyata serapannya sangat kecil,” kata Corporate Secretary PT. Wijaya Karya Beton Tbk, Puji Haryadi. Perolehan kontrak anak perusahaan PT. Wijaya Karya yang memproduksi beton pracetak masih kecil.

Diharapkan naik

Pada triwulan I – 2015, Wika Beton memperoleh kontrak Ro 550 miliar. Pada triwulan II – 2015, perolehan kontrak Rp 1,35 triliun. Dengan kontrak yang masih kecil dibandingkan belanja modal pemerintah yang besar, Puji berharap perolehan kontrak akan naik pada semester II – 2015.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia Agung Pambudi, program jangka pendek dan segera dapat dijalankan, harus diutamakan. Program infrastruktur berupa irigasi di pedesaan merupakan salah satu contoh yang bisa segera dikerjakan. Jika selesai, proyek itu akan menaikkan pendapatan petani.

Supporting Partners

Sponsored by