Teknologi Beton Pracetak, Memungkinkan Bangun Rumah Hanya Dalam 8 Jam

October 8, 2015, tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Membangun rumah sederhana hanya dalam delapan jam, bagi sebagian orang mungkin mustahil.

Tapi faktanya bangunan sederhana yang dibuat dalam tempo singkat ini sudah dipergunakan untuk bangunan rumah sederhana bagi korban bencana.

“Perkembangan teknologi seperti sistem struktur beton pracetak memungkinkan pembuatan rumah tipe 36 dalam tempo singkat,” kata Yaya Supriyatna, Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR di sela-sela konferensi pers Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Dikatakannya, pembuatan rumah dalam waktu 8 jam akan dipraktekkan di ajang Concrete Show South East Asia (SEA) 2015 di International Expo, Kemayoran, Jakarta 28 hingga 30 Oktober 2015 mendatang.

Tidak hanya rumah, pemanfaatan teknologi struktur beton pracetak memungkinkan pembuatan bangunan tinggi atau tower.

“Contohnya rumah susun di Cicilitan yang tingginya enam lantai bisa selesai dalam empat bulan. Kita juga akan membuat tower 25 lantai di Pasar Rumput ditargetkan waktunya dua tahun,” katanya.

Hadirnya teknologi benton pracetak ini mampu menghemat 15 hingga 20 persen waktu, biaya dibandingkan konvensional.

Supporting Partners

Sponsored by